Sasuke dan ketiga hokage lainnya akhirnya sampai di medan pertempuran. Dan secara mengejutkan, Sasuke mendeklarasikan keinginannya untuk menjadi seorang Hokage. Namun tentu saja, Naruto tak mau kalah. Dan dengan ikut sertanya Sakura, anggota tim 7 telah kembali berkumpul.
Naruto 632: Ledakan
~Sasuke tiba di medan perang, dengan penyelesaian yang baru, mereka siap untuk pergi~
Naruto: Ayo, Sasuke... Sakura-chan!
Sakura: Ok...
Sasuke: Yeah...
[Teman-teman Naruto yang lain merasa seperti berkumpul kembali]
Ino: Bukan kah ini seperti nostalgia? Shikamaru?
Shikamaru: Disamping itu, kita herus mengalahkan musuh di depan kita... jadi inilah satu-satunya cara... walaupun aku tidak ingin mengenalnya...
Choji: Sudah lama kita semua tidak bersama-sama... mengingatkanku ketika ujian Chuunin
Kiba: AKU YANG AKAN JADI HOKAGE!!! OY! APA KAU TIDAK DENGAR??
Shino: Kiba, tidak ada yang mendengar ocehanmu itu... hentikan lah... alasannya adalah ketika Sasuke mengatakan itu...
Hinata: Aku mendengarkanmu Kiba... semua orang ingin menjadi Hokage...
[Rookie 9, terkecuali Neji yang sudah mati, Lee dan Tenten sudah siap berbaris dan berkumpul untuk melawan musuh yang ada, disisi lain Juugo heran dengan Sasuke]
Juugo: (Sasuke, apa yang kau pikirkan sekarang?)
[Naruto berteriak untuk segera memulai serangan]
Naruto: OOOOOOKKK!!!!
[Tiba-tiba Hashirama menyuruh untuk menunggu sebentar]
Hashirama: TUNGGU!!
Salah satu ninja Shinobi Aliansi: Itu lagi!!
[Juubi melakukan serangan sebelumnya berupa Bijuudama yang extra besar]
Minato: Hokage sebelumnya! Bersiaplah!
Hiruzen: Aku tahu!
Tobirama: Mari kita lihat!
[Juubi menembakkan Bijuudama Extra Besar dan menghantam Barrier 4 formasi matahari merah, membuat ledakan yang sangat besar sehingga Barrier itu kempes dan mengecil]
[Barrier itu menghilang akibat Bijuudama, namun Barrier itu membentuk kembali]
Juubi: OOOHHH!!!! *mengaum*
Mifune: Juubi sialan, rasakan itu!
Salah satu Samurai: Barrier yang hebat, tidak membiarkan itu melewatinya!
Hashirama: Ini bukan Barrier yang mudah dibuat!
Naruto: Waaaah! Hokage pertama dan Hokage yang lainnya memang hebat!!
Sasuke: Dan itu memang bukan rumor!
[Kemudian, Hashirama melakukan jutsu bunshin]
Hashirama: Mokuton: Mokubunshin no Jutsu!
[Hashirama membuat 5 clone dan Clone Hashirama menyebar ke segala arah, lalu, clone Hashirama berlari ke 4 arah]
Hashirama: Aku akan membuat celah untuk bisa tembus Barrier itu untuk para shinobi bisa masuk...
[Mokuton Bunshin Hashirama sampai di kumpulan Shinobi di 4 arah di sekitar Barrier tersebut]
Hashirama: Ayo! Maju!!! Ikut denganku!!
[Semua ninja maju mengikuti bunshin Hashirama untuk masuk kedalam Barrier!
Hashirama: Kita masih bisa! Senpou: Myoujinmon Fuutou!
[Gerbang Shinto menghantam leher Juubi sehingga tidak bisa bergerak
Shinobi Aliansi: AYOOO!!!
[Dan pada akhirnya, Madara berhadapan dengan Hashirama]
Hashirama: Baiklah... aku akan jadi lawanmu... maaf membuatmu menunggu Madara
Madara: Tidak...
[Kemudian Madara malah duduk dengan santai]
Madara: Bunshin itu membosankan, aku menunggu untuk yang asli datang...
[Disamping itu, Hashirama yang memimpin pasukan, membuka celah dalam Barrier dan kemudian para shinobi aliansi memasuki Barrier]
Hashirama: Sekarang!
Naruto: Ayo!
[Semua ninja berlari masuk kedalam Barrier... lalu, Juubi mengembang dan dang mengeluarkan makhluk seperti dirinya berukuran kecil]
Hashirama: Mereka membelah diri, mereka tidak ingin kalian menuju tubuh utamanya!
Juubi: GOOWWWAA!!!
Naruto: Jangan takut!!!
[Naruto dan Sasuke mulai menghajar pecahan tubuh Juubi, dan Sakura mengingat masa lalunya]
Sakura: (Tepat pada saat ujian Chuunin, aku kira aku sudah menjadi Kunoichi yang bagus, aku selalu berjalan dibelakang Sasuke-kun dan Naruto, mereka selalu bertarung melindungiku... tapi aku benci itu... saatnya aku menunjukkan kemampuanku!)
[Sakura meninju pecahan tubuh kecil dari Juubi, namun Juubi bisa menahannya, kemudian, Sakura kembali mengingat masa lalunya lagi, Sakura mengingat bahwa ia berjanji kepada mereka bahwa suatu saat mereka akan berada dibelakang Sakura dan melihat punggungnya]
Sakura: (saat itu, aku berjanji... tapi Sasuke-kun dan Naruto selalu berada di depanku dan maju... aku kira bahwa pada akhirnya aku tidak bisa mencapai mereka... mereka terlalu hebat, aku mungkin bisa menyerah...
Sakura dalam flashbacknya: Ninja medis tidak boleh mati, jadi mereka tidak harus berada didepan yang lain...
Tsunade dalam flashback Sakura: Itu benar, tapi... itu bukan berarti bahwa kau tidak harus belajar untuk tidak bertarung, karena kau adalah muridku... akan ku turunkan kekuatan Sannin dan.... Sakura Haruno... kau adalah murid dari Hokage kelima...
[Tiba-tiba di dahi Sakura muncul tanda yang sama seperti Tsunade, yang berarti dia sudah menjadi seperti Tsunade sekarang]
Sakura: sekarang sudah terisi... aku sekrang bisa mengeluarkannya...
[Sakura sekarang sudah bisa mengeluarkan tanda dahi yang berarti dia memiliki kekuatan Sannin atau kekuatan Tsunade... kemudian dia meninju dan membuat tubuh kecil Juubi terpental]
[Naruto melihat kepada Sakura, dan ternyata Pukulan Sakura telalu kuat sama seperti Tsunade membuat tubuh kecil Juubi menabrak tubuh-tubuh kecil yang lainnya... kemudian Sakura melompat]
Sakura: Kampret! Rasakan ini!!!
[Sakura meninju tanah dan menghasilkan ledakan hebat]
[Melihat itu, Naruto merasa ketakutan]
Naruto: (Aku tidak akan, tidak akan pernah mengganggu Sakura lagi... atau dia akan menghancurkanku!!!)
Sasuke: Heh...
Hashirama: Hebat sekali!!! Itu bisa lebih buruk dari Tsunade!
Shizune: Dia sudah menyimpan Chakranya pada satu titik selama tidak tahun... itu merupakan pendendalian chakra yang sangat tepa... bahkan aku tidak bisa melakukan Hyakugou no Jutsu)
Sakura: Aku juga tidak perlu menggunakan itu untuk terlihat muda!!
[Sakura Malah terkepung oleh Juubi dalam ukuran kecil, namun Sasuke dan Naruto cepat tangkap menolong Sakura)
Sasuke: Enton: Kagutsuchi!
Naruto dalam mode Kyuubi: Fuuton: Rasen Shuriken
[Perpaduan Rasenshuriken dan Amaterasu menghajar semua Juubi dalam tubuh kecil, dan Sasuke serta Naruto berada disamping Sakura]
Sakura: Sasuke-kun!
Naruto: uhm... aku juga disini Sakura-chan...
Sasuke: Jangan menghalangiku Naruto!!!
Sakura: Yeah, jika kau sibuk bertarung, aku bisa mengambil kursi Hokage..
Naruto: Sakura-chan juga?
Sakura: Sekarang, mari kita jaga belakang kita masing masin... (Tsunade-sama, seperti aku bisa menggapai mereka)
~Ledakan~
Maaf Telat!!



![Foto: |[VERSI TEKS NARUTO CHAPTER 629]|
Bantu kami dengan cara like dan share postingan ini...
-----------------------------------------------------------------
Badai melanda medan pertempuran. Apa yang Juubi lakukan telah menciptakan bencana yang luar biasa. Petir menyambar-nyambar, dan ledakkan yang tercipta tak ubahnya seperti ledakan bom atom. Gunung-gunung, buki-bukit, hancur menjadi serpihan kerikil.
"Aku yakin ini sudah cukup untuk membersihkan mereka." ucap Madara yang berlindung di balik Susano'onya. Namun ketika suasano kembali normal, Madara kaget. Meski tampak kesakitan, para shinobi masih bisa bertahan. Chakra yang Naruto berikan tetap melindungi mereka.
"Naruto... melindungi kita lagi..." ucap Chouji dalam hati. Kemudian dari yang rebah akibat serangan tadi, para shnobi kembali berdiri. "Naruto-kun..." Hinata khawatir.
Teks Version by www.Beelzeta.com
Kening Naruto berdarah, lengan pakaiannya sudah tak utuh lagi akibat menahan serangan, dan ia mulai kehabisan nafas. Tapi, Naruto tetap bersemangat, "Seranganmu tak mempan!!" ucapnya sambil menatap tajam ke arah Madara.
Bersama dengan Naruto, tampak semangat dari bijuu-bijuu yang ada. Dan dalam dirinya, tampak tekad dari sang legenda, Rikudo Sennin. Dengan itu semua, Naruto tak takut untuk menghadapi Madara yang berada di depannya, berdiri di atas monster terkuat, Juubi.
"Groooarrr!!!!" Juubi berteriak dan mencakupkan tangannya. Dan perlahan, tubuh kurusnya menjadi berisi, semakin bersisi. Otot-ototnya membesar, tampak kalau Juubi akan kembali berevolusi, menuju wujudnya yang semakin sempurna.
"Uukhhh..." ternyata semangat dan tekad saja tak cukup. Naruto tampak sudah tak tahan lagi dan kemudian terjatuh. Dan bersamaan dengan itu, chakra-chakra yang menyelimuti para shinobi menghilang.
"Chakranya...
menghilang..." ucap salah satu shinobi.
"Memang hanya sampai sejauh inilah yang bisa kau lakukan." ucap Madara. "Aku sudah menemukan hal lain yang lebih menarik. Jadi, aku akan segera mengakhirimu."
Saaattt!!! Para shinobi tak membiarkan Madara menyerang. Mereka bersama-sama membentuk suatu barisan, berdiri di depan Naruto, melindunginya. Kini adalah giliran mereka, giliran mereka untuk melindungi Naruto. "Semuanya!! Ayo gabungkan kekuatan kita!!" ucap Hinata.
"Naruto, aku akan menyembuhkanmu." Sakura berada di belakang Naruto dan hendak menyembuhkannya. "Kalian semua..." Naruto senang bisa punya teman-teman seperti mereka.
Sementara itu, Kakashi dan Obito telah sampai di dimensi lain. Obito terjatuh, sementara Kakashi mampu mendarat dengan baik dan langsung menyerang dengan Raikiri. Namun sesaat sebelum serangan Kakashi mengenai wajah Obito, Kakashi malah berhenti.
"Heh... masih tidak tega ya." ucap Obito. "Sejauh ini, kau punya banyak peluang untuk menghabisiku. Tapi... aku terkejut kau menunjukkan rasa belas kasihan terhadap musuh di hadapanmu." lanjutnya. Seingat Obito, Kakashi adalah orang kejam yang bahkan tega membunuh Rin, rekannya sendiri.
Kakashi terdiam.
"Ada apa? Apa kau merasa bersalah?" ucap Obito lagi. "Bersalah karena tak mampu menepati janjimu... apa kau ingin mengubahku?"
"Obito... ayo kita sudahi ini." ucap Kakashi. "Mimpimu adalah untuk menjadi hokage, dan mimpi Naruto juga seperti itu. Naruto mengatakan hal yang sama dengan apa yang kau katakan di masa lalu."
Kakashi masih berharap kalau Obito bisa kembali. "Secara tak sadar, kau melengkapi Naruto dan dirimu sendiri. Kau mencoba untuk mendengarkan Naruto seolah itu adalah dirimu sendiri. Apa kau yakin kalau dirimu di masa lalu tak akan menyesali apa yang kau lakukan sekarang? Aku yakin kau bisa mengerti perasaan Naruto. Kau masih bisa kembali, untuk menjadi seperti dirimu di masa lalu..."
"Hahaha." Obito malah tertawa.
"Justru karena aku mengeri perasaan Naruto lah, maka aku ingin mendengar semua yang dia pikirkan dan kemudian membantahnya!!"
"Obito..."
"Dan akan kukatakan satu hal padamu. Adalah hal bodoh kalau kau merasa bersalah padaku. Kalau kau berpikir aku memulai perang ini hanya karena kau dan Rin, kau salah!!"
Obito bangun, sengaja menancapkan Raikiri Kakashi ke dirinya sendiri. "Aku tahu semuanya." ucap Obito, dengan tubuh yang kini telah ditusuk oleh Kakashi. Dan perasaan itu, kakashi mengingatnya... Perasaan seperti saat tangannya menembus tubuh Rin dulu...
"Aku juga tahu kalau Rin memilih sendiri untuk mati... dengan tertusuk oleh Raikirimu. Saat itu, Rin telah diculik oleh Kirigakure dan dijadikan sebagai jinchuriki Sanbi. Kau berhasil menyelamatkannya, tapi itu juga merupakan rencana Kirigakure. Mereka bahkan berpura-pura untuk mengejarmu agar kalian segera lari menuju desa. Mereka memang ingin agar Rin ke desa, dan kemudian melepaskan Sanbi di sana. Jadi, desa akan diserang. Rin mengetahui hal itu, jadi saat kau hendak menyerang musuh dengan Raikirimu, dengan cepat ia bergerak menuju seranganmu. Dia memutuskan untuk mati di tangan orang yang dicintainya. Demi melindungi desa."
"!!" Kakashi teringat akan saat-saat itu. Saat dalam pelariannya, bersama dengan Rin, perempuan itu sudah meminta padanya. "Kakashi, bunuh aku!! Mereka hanya ingin memaanfaatku, mungkin aku akan menyerang desa!!"
"Tapi aku sudah berjanji pada Obito kalau aku akan melindungimu. Tak mungkin aku melakukan hal itu. Pasti masih ada jalan lain..." ucap Kakashi. saat itu
"Huh, tapi apapun itu, tetap saja kau tak bisa melindungi Rin." ucap Obito. "Di dalam pikiranku, Rin belum mati, jadi yang mati itu hanyalah palsu. Rin hanya akan menjadi Rin kalau dia masih hidup. Sistem yang menciptakan semua ini... desa... shinobi... inilah yang membuatku kehilangan harapan. Dunia ini... dunia yang palsu ini..."
"Naruto mengatakan kalau... tak memiliki teman di hatimu adalah hal yang paling menyakitkan." Kakashi menarik tangannya. "Aku memberi tahunya kata-katamu. Kau sama seperti Naruto. Dan kupikir kau masih..."
"Lihat!!" Obito menunjukkan bekas serangan Kakashi tadi. Serangan Kakashi meninggalkan lubang besar di dadanya. Dan secara mengejutkan, tak ada apapun di sana. kosong. "Tak ada apapun di dalam hatiku!! Tapi, aku tak merasakan rasa sakit sama sekali!! Kau tak perlu merasa bersalah, Kakashi!!! Lubang ini tercipta oleh neraka dunia ini!!"
Bersambung ke Naruto Chapter 630](http://sphotos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash3/p480x480/943164_590336050990622_1321054954_n.jpg)